BLITAR RAYA NEWS

๐‘๐š๐ญ๐ฎ๐ฌ๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฌ๐ฌ๐š ๐†๐ž๐ซ๐ฎ๐๐ฎ๐ค ๐๐จ๐ซ๐ญ๐š๐ฅ ๐‘๐ž๐ญ๐ซ๐ข๐›๐ฎ๐ฌ๐ข ๐Š๐š๐ซ๐š๐ง๐ ๐ค๐š๐ญ๐ž๐ฌ, ๐“๐จ๐ฅ๐š๐ค ๐๐ž๐ง๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐š๐ง ๐„-๐“๐จ๐ฅ ๐›๐š๐ ๐ข ๐๐ž๐ง๐ ๐ž๐ง๐๐š๐ซ๐š ๐’๐ž๐ฉ๐ž๐๐š ๐Œ๐จ๐ญ๐จ๐ซ

 

MALANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Masyarakat untuk Masyarakat memadati depan portal retribusi Karangkates, Kabupaten Malang, Senin (26/1/2026). Aksi tersebut dikoordinatori oleh Radi, warga Karangkates, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pengelola portal retribusi.


Aksi digelar karena masyarakat merasa keberatan atas penerapan tarif non tunai atau E-Tol bagi seluruh pengendara, termasuk pengendara sepeda motor, yang diwajibkan memiliki kartu E-Tol sejak diberlakukan pada 5 Januari 2026 lalu.


Penolakan masyarakat semakin menguat setelah adanya insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oleh penjaga portal terhadap pengguna jalan yang menerobos portal dan berujung pada tindakan kriminal. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial, sehingga menuai kecaman luas dari warganet dan masyarakat sekitar.


Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak pengelola portal retribusi, di antaranya:

1. Menerapkan SOP dengan petugas portal retribusi yang bersikap humanis.

2. Membebaskan pungutan bagi pelajar yang bersekolah di wilayah Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Selorejo.

3. Membebaskan pungutan bagi angkutan umum rute Malang–Blitar.

4. Membebaskan pungutan bagi warga terdampak pembangunan Bendungan Lahor, termasuk masyarakat Kecamatan Sumberpucung, Kecamatan Selorejo, dan warga Rekesan.

5. Membebaskan pungutan bagi pelaku UMKM di Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Selorejo yang berdagang di kawasan Jasa Tirta.


Setelah kurang lebih satu jam melakukan orasi, perwakilan massa akhirnya ditemui oleh pihak pengelola portal retribusi dengan pengamanan ketat dari aparat Polres Malang.


Pihak pengelola menyampaikan bahwa seluruh tuntutan masyarakat akan ditampung dan selanjutnya akan dibahas bersama pihak pengelola Jasa Tirta untuk ditindaklanjuti.


Aksi berjalan tertib dan kondusif hingga massa membubarkan diri setelah mendapatkan penjelasan dari pihak pengelola. (MWN)