BLITAR – BLITAR RAYA NEWS
Warga Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di bantaran Sungai Kedungbiru, Minggu (22/2/2026) pagi.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh seorang warga setempat saat mencari pakan ternak di sekitar bantaran sungai Dusun Kedungbiru RT 003 RW 003. Saksi yang mencium bau tidak sedap kemudian menelusuri sumber bau dan mendapati sesosok mayat dalam kondisi tengkurap di pinggir aliran sungai.

Kapolsek Bakung AKP Purnomo Tri Setiadi, S.H., M.H. membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian bersama anggota, Tim Inafis Polres Blitar, serta petugas terkait untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban diketahui berinisial S, perempuan, berusia 71 tahun, warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia dengan luka di bagian kepala,” ujar Kapolsek Bakung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh Tim Inafis, petugas Polsek Bakung, serta tenaga medis dari Puskesmas Bakung, kondisi kepala korban mengalami kerusakan cukup parah. Diduga luka tersebut akibat benturan dengan bebatuan saat korban terjatuh dan terbawa aliran sungai dari lokasi lain hingga ke tempat korban ditemukan dengan jarak kurang lebih 15 kilometer.
Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga, kejadian tersebut dinyatakan sebagai musibah. Keluarga korban menerima peristiwa tersebut dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan otopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai.

Kapolsek Bakung menambahkan, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah prosedural berupa pendataan saksi, dokumentasi TKP, serta pelaporan kepada pimpinan guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat kondisi medan yang licin dan berbahaya,” pungkasnya. (MWN)