BLITAR RAYA NEWS

𝗝𝗮𝘀𝗮𝗱 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘁 𝗗𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗡𝗴𝗲𝗺𝗯𝘂𝗹, 𝗴𝗲𝗴𝗲𝗿𝗸𝗮𝗻, 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗘𝘃𝗮𝗸𝘂𝗮𝘀𝗶

 

Blitar Raya News-Blitar – Warga Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar digemparkan dengan penemuan sesosok pria tanpa identitas yang ditemukan meninggal dunia di parit dekat perempatan Pasar Ngembul, Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.


Peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Binangun, jajaran Polres Blitar. Korban diketahui merupakan seorang pria yang selama ini sering berada di sekitar pos kamling dekat Pasar Ngembul dan diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).


Kapolsek Binangun AKP Liestyo Nugroho menjelaskan, penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Wiwin saat hendak membeli takjil di Pasar Ngembul.


“Saksi melihat korban yang biasa menempati pos kamling di sekitar pasar sudah tergeletak dalam posisi tengkurap di samping parit depan pos kamling. Karena merasa curiga, saksi mendekati korban dan mendapati korban sudah tidak bergerak,” jelasnya.


Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian menghubungi perangkat desa setempat sebelum akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian. Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Binangun bersama tim identifikasi dan petugas kesehatan dari Puskesmas Binangun langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.


Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 60 tahun. Korban juga diketahui memiliki kondisi kaki buntung satu dan dalam aktivitas sehari-hari menggunakan alat bantu jalan berupa kruk.


Petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia dan diperkirakan sudah meninggal sekitar tiga jam sebelum ditemukan warga. Pada bagian wajah korban juga ditemukan luka yang diduga akibat terjatuh saat melompat parit menggunakan kruk.


“Diduga korban terjatuh saat mencoba melompati parit menggunakan alat bantu jalan dan tidak ada yang mengetahui sehingga korban tidak sempat tertolong,” tambah Kapolsek.


Petugas juga melakukan identifikasi menggunakan sistem Mambis, namun hingga saat ini korban belum tercatat dalam data kependudukan sehingga masih berstatus Mr. X.


Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut serta proses visum.


Polisi juga mengamankan beberapa barang yang ditemukan di lokasi kejadian, di antaranya sarung warna hijau motif kotak, dua buah kruk, dan sebuah tas pinggang milik korban.


Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. (BRN)