BLITAR RAYA NEWS

𝗕𝗿𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗰𝗮𝘀𝗶𝗹𝗮 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗯𝘂𝗽𝗮𝘁𝗲𝗻 𝗕𝗹𝗶𝘁𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗿𝗹𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗿𝗶𝗮𝗵, 𝗥𝗶𝗯𝘂𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗮𝗱𝗮𝘁𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗼𝗽𝗼 𝗦𝗮𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗔𝗱𝗵𝗶 𝗣𝗿𝗮𝗷𝗮

 

BLITAR RAYA NEWS, KANIGORO – Pelaksanaan Kirab dan Brokohan Pancasila V dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Sasana Adhi Praja Pemerintah Kabupaten Blitar, Kecamatan Kanigoro, Senin malam (1/6/2026), dipadati peserta serta ribuan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.


Ketua Panitia Brokohan Pancasila V, Tugas Nanggolo Yudho Dili Prasetiono, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang kini memasuki tahun kelima. Menurutnya, tingginya partisipasi para budayawan, seniman, pegiat budaya, serta masyarakat umum menunjukkan bahwa Brokohan Pancasila telah menjadi bagian penting dalam kehidupan budaya masyarakat Kabupaten Blitar.


“Alhamdulillah, Brokohan Pancasila yang kelima tahun ini berlangsung sangat ramai. Antusiasme peserta dari kalangan budayawan dan seniman luar biasa. Begitu juga masyarakat yang datang menyaksikan, semuanya berjubel memenuhi lokasi kegiatan,” ujarnya.


Ia menambahkan, keberhasilan acara tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Blitar. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas budaya dinilai menjadi faktor utama yang membuat kegiatan ini terus berkembang dari tahun ke tahun.


“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blitar, DPRD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Dukungan luar biasa juga datang dari Bapak Wakil Bupati Beky Herdiansyah. Semoga kegiatan ini terus berkembang dan semakin kuat ke depan,” katanya.


Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bagas itu menjelaskan bahwa Brokohan Pancasila memiliki makna filosofis yang mendalam. Tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas lahirnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus perekat persatuan bangsa Indonesia.


Menurutnya, gagasan Brokohan Pancasila lahir dari semangat para seniman dan budayawan Blitar Raya yang ingin menghadirkan cara khas dalam memperingati Hari Lahir Pancasila. Jika di Kota Blitar terdapat tradisi Grebeg Pancasila, maka di Kabupaten Blitar lahirlah Brokohan Pancasila sebagai wujud kolaborasi para pegiat seni dan budaya.


“Filosofinya sederhana. Tanggal 1 Juni adalah hari lahir Pancasila. Dalam tradisi Jawa, setiap kelahiran biasanya disyukuri dengan brokohan. Karena itu, kami memaknai Hari Lahir Pancasila dengan menggelar Brokohan Pancasila sebagai wujud syukur atas lahirnya dasar negara yang menjadi pemersatu bangsa,” jelasnya.


Bagas yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, berharap Brokohan Pancasila dapat menjadi agenda budaya tahunan yang masuk dalam kalender resmi Kabupaten Blitar. Bahkan, ia berharap kegiatan tersebut ke depan mendapat dukungan penuh melalui anggaran daerah agar penyelenggaraannya semakin maksimal.


“Mudah-mudahan Brokohan Pancasila tahun 2026 ini menjadi momentum awal agar kegiatan ini bisa menjadi agenda wajib dan rutin Kabupaten Blitar. Harapannya, ke depan dapat diakomodasi melalui APBD sehingga pelaksanaannya semakin baik dan manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” pungkasnya.


Brokohan Pancasila V tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila dapat dikemas secara kreatif, edukatif, dan tetap berakar pada kearifan lokal (BRN)