Blitar,BlitarRayaNews – Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Blitar menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi atlet taekwondo dari seluruh dojang se-Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di D’Kingz Futsal Kanigoro, pada Minggu (28/11/2025), dan diikuti sebanyak 241 peserta.
Ujian kenaikan sabuk ini diikuti atlet mulai dari sabuk putih hingga tingkat Geup 2 ke Geup 1, atau satu tingkat menjelang sabuk hitam. Kegiatan ini menjadi agenda rutin untuk mengevaluasi hasil latihan atlet di masing-masing unit latihan (dojang).
Ketua Taekwondo Indonesia Kabupaten Blitar, Rizal Mantovani, mengatakan bahwa UKT merupakan bagian penting dalam pembinaan atlet taekwondo di daerah.
“Alhamdulillah, agenda hari ini Taekwondo Kabupaten Blitar melaksanakan ujian kenaikan sabuk dengan peserta berjumlah 241 atlet. Mulai dari sabuk putih sampai Geup, termasuk Geup 2 ke Geup 1 yang merupakan jenjang menuju sabuk hitam,” ujar Rizal.
Ia menambahkan, hasil kelulusan sepenuhnya menjadi kewenangan para penguji sesuai dengan standar penilaian yang berlaku.
“Untuk hasilnya nanti akan diputuskan oleh penguji. Harapannya kegiatan ini bisa memacu semangat atlet-atlet Kabupaten Blitar untuk terus berprestasi, baik di level Kejurprov maupun Porprov,” imbuhnya.
Rizal juga berharap, dengan naiknya tingkat sabuk para atlet, kualitas dan kemampuan mereka juga semakin meningkat.
“Dengan kenaikan sabuk, diharapkan naik pula kualitas atlet-atlet kita ke depannya,” tegasnya.
Sementara itu, Andri Kurniawan, selaku Penguji dari Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa UKT tingkat kabupaten bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil latihan atlet.
“Agenda hari ini adalah Ujian Kenaikan Tingkat di Kabupaten Blitar, yang diikuti 241 peserta dari seluruh dojang. Setelah ini kami akan melakukan rekapitulasi hasil dan segera mengumumkannya,” jelas Andri.
Hasil UKT tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur dan diteruskan ke Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) untuk proses sertifikasi.
Adapun materi ujian meliputi seluruh aspek latihan sesuai dengan tingkatan sabuk masing-masing atlet.
“Materi yang diujikan meliputi Jurus atau Poomsae, kemampuan teknik bertarung (Kyorugi), serta gerakan dasar atau Kibon,” tambahnya.
Andri berharap, melalui pembinaan dan evaluasi yang berkelanjutan, Taekwondo Kabupaten Blitar dapat terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Semoga ke depan Taekwondo Kabupaten Blitar semakin maju dan mampu menghasilkan atlet-atlet yang bisa menyumbang medali untuk Kabupaten Blitar,” pungkasnya.(bud)