BLITAR RAYA NEWS

𝐖𝐀𝐍𝐈𝐓𝐀 𝐁𝐄𝐑𝐔𝐒𝐈𝐀 35 𝐓𝐀𝐇𝐔𝐍 𝐓𝐄𝐑𝐉𝐔𝐍 𝐃𝐈 𝐒𝐔𝐍𝐆𝐀𝐈 𝐁𝐑𝐀𝐍𝐓𝐀𝐒

 

BlitarRayaNews,Blitar-Seorang perempuan berinisial DP (35), warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, diduga menceburkan diri ke aliran Sungai Brantas di Dusun Mboro, RT 04 RW 05, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Senin (12/1/2026) sore.


Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 15.00 WIB dan segera dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 15.20 WIB. Aparat Polsek Sanankulon bersama gabungan Pamapta Polres Blitar Kota dan unit terkait langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.


Berdasarkan keterangan saksi, korban datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio G bernomor polisi AG 5828 KAN. Korban memarkir kendaraannya di dekat rumah warga, kemudian berjalan menuju tepi Sungai Brantas. Tak lama berselang, warga mendengar suara percikan air dan teriakan yang mengindikasikan adanya seseorang tercebur ke sungai.


Warga yang berada di sekitar lokasi sempat melihat korban berpegangan pada akar pohon di tepi sungai. Namun saat upaya pertolongan hendak dilakukan, korban diduga melepaskan pegangan dan akhirnya terbawa arus Sungai Brantas yang cukup deras ke arah barat atau wilayah Tulungagung.


Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang milik korban berupa dompet warna hitam serta sepeda motor korban. Kondisi arus sungai saat kejadian dilaporkan cukup deras dengan ketinggian permukaan air sekitar 2,5 meter dan cuaca cerah.


Kapolsek Sanankulon AKP Nurbudi Santosa, S.Pd.I., M.H., menyampaikan bahwa saat ini upaya pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Posko SAR Gabungan telah didirikan di Kantor Desa Tuliskriyo yang melibatkan Basarnas, TNI-Polri, BPBD, perangkat desa, serta relawan potensi SAR.


“Pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan SAR. Kami juga telah berkoordinasi dengan Inafis Polres Blitar Kota serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti,” ujarnya.


Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui telah menjalani pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan diduga mengalami depresi sejak beberapa tahun terakhir. Korban diketahui berstatus janda dan memiliki dua orang anak.


Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penyisiran aliran Sungai Brantas untuk menemukan korban. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pencarian demi keselamatan bersama serta mempercayakan proses pencarian kepada petugas yang berwenang.(MWN)