BLITAR RAYA NEWS

𝐇𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐓𝐞𝐥𝐮𝐫 𝐝𝐢 𝐁𝐥𝐢𝐭𝐚𝐫 𝐑𝐩26 𝐑𝐢𝐛𝐮 𝐩𝐞𝐫 𝐊𝐢𝐥𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦, 𝐏𝐞𝐭𝐞𝐫𝐧𝐚𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐞𝐦𝐨 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐫𝐢𝐧 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐧𝐭𝐮𝐭 𝐀𝐩𝐚?

 

BLITAR RAYA NEWS – Aksi damai ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar yang membagikan satu juta butir telur gratis kepada masyarakat beberapa hari lalu memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan warga. Salah satunya terkait tujuan aksi tersebut, mengingat harga telur di pasaran saat ini dinilai masih berada pada level yang relatif stabil.


Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur per Rabu (3/6/2026) pukul 13.02 WIB, harga telur ayam ras di Kabupaten Blitar tercatat sebesar Rp26.000 per kilogram.


Angka tersebut bahkan sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata harga telur ayam ras di Jawa Timur yang berada di level Rp25.851 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga telur di Kabupaten Blitar saat ini tidak termasuk yang termurah di Jawa Timur.


Dari data yang sama, harga telur tertinggi tercatat di Kota Surabaya yang mencapai Rp27.250 per kilogram. Sementara harga terendah berada di Kabupaten Nganjuk dan Kota Pasuruan dengan harga Rp24.500 per kilogram.


Kabupaten Blitar sendiri berada di kelompok daerah dengan harga telur menengah bersama sejumlah daerah lain seperti Kota Blitar, Kota Madiun, Kota Batu, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Bangkalan yang sama-sama mencatat harga Rp26.000 per kilogram.


Sebagai daerah yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Jawa Timur, banyak masyarakat beranggapan harga telur di Blitar seharusnya menjadi yang paling murah. Namun kenyataannya, harga di tingkat konsumen tetap dipengaruhi berbagai faktor seperti distribusi, permintaan pasar, biaya operasional, hingga kondisi pasokan di tingkat pedagang.


Meski demikian, aksi para peternak beberapa waktu lalu bukan semata-mata berkaitan dengan harga telur di tingkat konsumen. Para peternak mengaku menghadapi berbagai persoalan di tingkat produksi, mulai dari fluktuasi harga jual di kandang, tingginya biaya pakan, hingga kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat.


Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen juga berharap harga telur tetap terjangkau. Telur menjadi salah satu kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil seperti pedagang nasi goreng, warung makan, dan usaha kuliner lainnya.


Dengan harga Rp26.000 per kilogram saat ini, Kabupaten Blitar berada dalam kategori harga yang relatif stabil dan masih berada di kisaran rata-rata Jawa Timur. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan yang dihadapi peternak dan konsumen perlu dilihat secara menyeluruh agar tercipta keseimbangan antara keberlangsungan usaha peternakan dan daya beli masyarakat.


Pemerintah diharapkan dapat terus memantau perkembangan harga telur serta mencari solusi yang mampu melindungi peternak rakyat tanpa membebani konsumen, sehingga stabilitas sektor perunggasan di Kabupaten Blitar dapat tetap terjaga. (BRN)