BLITAR RAYA NEWS


Blitar,BlitarRayaNews – Seorang pria lanjut usia bernama Supali (67), warga Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia secara mendadak saat berada di sebuah warung kopi di Dusun Parakan, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat (2/1/2026) siang.


Kapolsek Lodoyo Barat AKP Suhartono, S.H. mengatakan, korban datang seorang diri mengendarai sepeda motor sekitar pukul 12.15 WIB. Saat berhenti di depan warung kopi, korban tiba-tiba terjatuh dari motornya.


Warga sekitar yang berada di lokasi sempat memberikan pertolongan dan memindahkan korban ke kursi. Namun, tidak lama kemudian korban dinyatakan meninggal dunia.



Petugas Polsek Lodoyo Barat bersama Tim Inafis Polres Blitar dan tenaga medis Puskesmas Kademangan melakukan pemeriksaan di lokasi. Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.


“Dugaan sementara korban meninggal akibat sakit, mengarah pada serangan jantung,” jelas AKP Suhartono.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(mwn)

 

Lansia Asal Tulungagung Meninggal Mendadak di Warung Kopi Blitar


Blitar,BlitarRayaNews – Seorang pria lanjut usia bernama Supali (67), warga Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia secara mendadak saat berada di sebuah warung kopi di Dusun Parakan, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat (2/1/2026) siang.


Kapolsek Lodoyo Barat AKP Suhartono, S.H. mengatakan, korban datang seorang diri mengendarai sepeda motor sekitar pukul 12.15 WIB. Saat berhenti di depan warung kopi, korban tiba-tiba terjatuh dari motornya.


Warga sekitar yang berada di lokasi sempat memberikan pertolongan dan memindahkan korban ke kursi. Namun, tidak lama kemudian korban dinyatakan meninggal dunia.



Petugas Polsek Lodoyo Barat bersama Tim Inafis Polres Blitar dan tenaga medis Puskesmas Kademangan melakukan pemeriksaan di lokasi. Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.


“Dugaan sementara korban meninggal akibat sakit, mengarah pada serangan jantung,” jelas AKP Suhartono.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(mwn)