BLITAR RAYA NEWS | Blitar – Warga Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, menyambut baik perubahan kebijakan yang dilakukan Perum Jasa Tirta (PJT) I terkait akses di puncak Bendungan Lahor. Selain memberlakukan pembatasan pada jam-jam tertentu, PJT I juga memberikan pembebasan biaya melintas bagi warga dari 10 desa terdampak yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.
Perubahan kebijakan itu merupakan hasil rapat terbatas yang digelar di kawasan Bendungan Lahor pada Sabtu (1/8/2026), yang dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar, pihak PJT I, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Sebelumnya, PJT I berencana menutup total akses kendaraan roda empat di puncak Bendungan Lahor mulai 1 Agustus 2026. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai akan berdampak langsung terhadap mobilitas warga dan aktivitas perekonomian, khususnya para pelaku UMKM di sepanjang jalur Bendungan Lahor.
Setelah dilakukan evaluasi dan mendengarkan berbagai masukan dari pemerintah daerah serta masyarakat, PJT I akhirnya mengubah kebijakan tersebut. Akses kendaraan roda empat tetap dibuka pada jam-jam tertentu dengan sistem pembatasan, sementara warga dari 10 desa terdampak diberikan fasilitas melintas tanpa dikenakan biaya.
Warga mengapresiasi langkah PJT I yang dinilai telah mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Menurut mereka, kebijakan baru tersebut menjadi solusi yang lebih baik dibandingkan penutupan total karena tetap menjaga akses warga sekaligus mendukung keberlangsungan usaha masyarakat di sekitar Bendungan Lahor.
Pelaku UMKM berharap kebijakan ini dapat menjaga arus pengunjung sehingga aktivitas perdagangan dan sektor wisata di kawasan Bendungan Lahor tetap berjalan. Mereka juga berharap koordinasi antara PJT I, Pemerintah Kabupaten Blitar, dan masyarakat terus dilakukan agar setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan kepentingan keselamatan bendungan tanpa mengabaikan kebutuhan warga.
Dengan diberlakukannya kebijakan baru tersebut, masyarakat berharap polemik terkait akses di puncak Bendungan Lahor dapat segera berakhir dan tercipta solusi yang menguntungkan semua pihak, baik dari sisi keamanan bendungan maupun keberlangsungan ekonomi warga sekitar.(MWN)